Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: Home

Saham Indonesia - Invest Long, Prosper, and be Happy

Dividen Play

 

Dividen Play

Salah satu tujuan kita berinvestasi selain untuk keuntungan dari penjualan, kita juga bisa mendapatkan dari dividen, yaitu hasil usaha yang dibagikan kepada pemegang saham. Ini bisa dianggap seperti uang sewa jika kita memiliki properti, dan jika kondisi bagus, maka uang sewa bisa naik secara berkala. Jadi semakin lama kita memiliki perusahaan yang baik, maka kita mungkin juga bisa mendapatkan kenaikan bagi hasil.

Jadi saham yang membagi dividen adalah salah satu yang menarik untuk kita miliki. Yang jadi pertanyaan adalah di harga berapa kita membeli. Mendapatkan aset dengan modal serendah mungkin adalah keinginan setiap investor. Tapi harga rendah hanya bisa diketahui setelah kejadian lewat. Jika ada metode yang menyatakan sekarang saatnya beli, siapa yang berada di bagian menjual. Tanpa ada yang menjual, jelas kita tidak bisa membeli. Ini termasuk ketika kita menjual karena maunya setinggi mungkin. Kalau ada metode pasti yang memberi tahu sekarang saatnya menjual, siapa yang akan berada di barisan pembeli. Seperti saat ini, ketika banyak ketidak pastian, apakah saat tepat untuk membeli atau menjual, tidak akan ada yang mengetahui dengan pasti sampai waktu berlalu.

Dan setelah kejadian, semua peramal muncul. Tapi tugas kita sebagai investor adalah fokus melihat fakta, bukan opini orang lain. Apapun pendapat kita, selalu akan ada yang setuju dan tidak setuju, makanya ada bid offer di saham setiap hari. Investor yang optimis akan membeli, dan investor yang pesimis akan menjual. Peter Lynch membahas ini di buku One Up on Wall Street, silakan dibaca untuk informasi lebih detil.

Walau tidak ada metode pasti, kita bisa menggunakan metode yang cocok untuk kita. Adapun langkah dari metode ini adalah mendapatkan informasi dan mengolahnya. Ada 3 angka yang harus kita dapatkan, yaitu perkiraan dividen saat ini, harga saham hari ini yang sudah pasti diketahui semua investor, dan angka pembanding.

Angka pertama, yaitu dividen saat ini. Kalau saja kita punya informasi akurat yang menyatakan bahwa perusahaan pasti akan membagi dividen sekian, maka tugas kita sangat gampang. Sayangnya, informasi ini tidak pernah ada data pasti. Kita cuma bisa memperkirakan dari informasi yang ada, misalnya berapa laba bersih perusahaan saat ini dikali persentase dividen yang biasanya dibagi. Misalnya untuk data di gambar, UNTR di 2018 mendapat laba 2983, kemudian pengumuman dividen adalah 1193, maka rasio pembagi adalah 40%. Dan angka 40% ini bisa kita cek, mendekati rasio selama 3 tahun terakhir, jadi kita bisa mengasumsikan kinerja tahun 2019, UNTR akan membagi sekitar 40% dari laba bersih. Dividen 2019 dibagi di 2020, kecuali ada beberapa perusahaan yang membagi sebagian dividen lebih awal, yaitu dividen interim. Kita pakai kata asumsi dan sekitar, karena memang tidak ada cara pasti mengatakan angka yang muncul adalah sekian. Kalau ada kepastian, siapa yang mau melakukan tindakan berlawanan dengan fakta. Pasti untung, siapa yang mau jual, pasti rugi siapa yang mau beli.

Jadi angka 40% adalah cukup aman dipakai. Yang jadi pertanyaan, berapa kira-kira laba bersih di 2019. Di gambar dipakai data annualized yaitu data yang ada dibulatkan ke 1 tahun. Kami tidak pernah memakai cara ini, karena biasanya hitungan akan beda jauh. Untuk yang paling sederhana, kita bisa menjumlahkan 4 angka terakhir yaitu 551+818+699+798 = 2866. Terlihat ada perbedaan sekitar 7.5%. Ini kalau memakai data masa lalu, tapi kalau kita mencari informasi lebih, maka kita mungkin bisa mendapat angka yang lebih akurat. Walau semua adalah asumsi, tapi kita tidak mau asumsi kita meleset terlalu jauh. Ibarat memanah, kita mengincar poin 10, tapi realitanya jika kena di 8 maka itu sudah bagus. Tapi kita tidak ingin mendapat angka 1-2, apalagi anak panahnya tidak kena sasaran sama sekali. Walau di awal mungkin terjadi, tapi dengan latihan maka kita pasti akan semakin mahir. Di panah saja atau di bidang lain juga demikian, maka di saham juga sama. Dengan sering latihan, maka kita akan semakin mahir.

Dengan data 2866 dan 40%, maka kita bisa mengasumsikan dividen di 2019 adalah sekitar 1143. Jika dibanding harga saham saat ini, 18.350, maka dividennya adalah sekitar 6.25%. Apakah ini cukup bagus, maka kita bisa bandingkan dengan data lain. Data pertama adalah dengan data masa lalu perusahaan, berapa yang biasanya didapatkan investor. tapi data ini biasanya lumayan sulit didapatkan. Karena kita harus menghitung beberapa data masa lalu, atau setidaknya langganan data. Dan kalau data masa lalu yang kami pakai, dari morningstar, rata-rata 5 tahun dividen yield UNTR ada di sekitar 3.7%. Artinya angka 6.25% cukup ok. Apakah bisa lebih ok, dan kita akan menunggu, itu urusan masing-masing.

Data pembanding lain adalah dengan sektor yang sama, misalnya saat ini berapa dividen yield ADRO, ITMG, PTBA, dan seterusnya. Mana yang lebih baik. Walau ada beberapa pertimbangan, misalnya masa depan perusahaan, jika perusahaan membagi lebih besar saat ini dibanding pesaing, berarti asumsi investor adalah prospek perusahaan tidak sebaik pesaingnya. Dan yang ketiga adalah menggunakan data deposito atau surat hutang atau produk investasi lain. Misalnya depostio yang sekitar 5% atau surat hutang yang 7%. Walau dividen mungkin hampir sama angkanya, tapi prospek pertumbuhan ke depan yang membuat investor memilih membeli saham walau angkanya lebih kecil.

Contohnya, jika saat ini UNTR membagi sekitar 6.25%, jika ke depan perusahaan mengakuisisi tambang emas lain, atau tambang nikel dan mendapat hasil yang lumayan sehingga dividen bisa dibagi lebih banyak, misalnya menjadi 2.000, maka dibanding modal kita di 18.350, dividen yield menjadi 10.9%. Jadi semakin menarik bukan untuk memegang saham lebih lama?

Salah satu gunanya menghitung dividen adalah kita juga bisa memakainya sebagai perhitungan valuasi. Contoh UNTR, jika semua data fundamental adalah sama, yaitu dividen tetap 1143, dan dividen rasio tetap 40%, maka dividen yield 3.7% membuat harga saham ada di sekitar 31.000, artinya ada potensi reward sekitar 70%. Angka yang cukup bagus, walau tidak ada kepastian apakah benar bisa mencapai angka segitu. Tapi kalau kita melihat sejarah masa lalu UNTR, ketika kondisi normal dan bisnis sedang optimis, UNTR pernah ada di angka 40.000. Jadi angka 31.000 masih wajar. Ini dengan catatan perusahaan bisa tetap menjalankan bisnisnya tanpa banyak masalah.

Jika perhitungan angka di atas lumayan menarik, mengapa ada yang memilih menjual saat ini. Kita tidak pernah akan tahu motivasi penjual, tapi bisa saja karena ketakutan akan penurunan lebih dalam karena kondisi ketakutan saat ini melalui penyakit corona dan kasus finansial di Indonesia. Ingat lagi, orang menjual karena pesimis akan masa depan. Apakah ke depan bisa lebih buruk, kami sendiri tidak tahu, yang bisa kami lakukan adalah tetap hidup apa adanya dan rutin menabung di saham yang baik demi masa depan yang baik.

Rutin artinya kondisi baik atau buruk, tetap dilakukan, bukan angin-anginan ketika ada keinginan baru dilakukan, atau situasi sedang menyenangkan.

Page 1 of 562

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

2732436
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1744
2142
5880
16281
41215
57125
2732436

Your IP: 3.234.208.66
Server Time: 2020-02-19 18:45:53
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine