Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa DasarGlobal Warming

Global Warming

 

Global Warming

Sewaktu kecil, di antara teman sekolah memberikan teka teki. Mengapa bumi semakin panas? Jawabannya sederhana. Karena Matahari buka cabang di mana-mana.

Teka teki yang menghantarkan kita pada artikel hari ini setelah belasan tahun. Perusahaan ini sudah kami lihat berbulan-bulan. Kadang jadi pembahasan juga di grup. Tapi kami selalu tidak punya alasan untuk membeli. Paling utama adalah karena tidak ada di list saham kami. Kami malahan memasukkan MPPA karena dulu mengira MPPA yang bagus. Wajar juga dulu memang bagus, dan laporan keuangan LPPF malah amburadul. Ditambah tidak likuid, jadi tidak ada alasan untuk masuk list.

Tapi hari ini kami membuang 4 saham di list demi memasukkan 1 saham ini. Bahkan 2 hari sebelumnya kami berencana beli GJTL, bukan ini. Sayang karena harganya jatuh, dan alasan ini itu, kami memutuskan untuk masuk.

Kembali, alasan ini itu selalu berfokus pada 4 hal :
1. Apakah ini adalah perusahaan yang bagus
Mungkin beberapa tahun yang lalu tidak. Kalau input data, pasti kelihatan. Tapi setelah input sampai Q2 2017, terlihat beberapa hal menarik.
Laba yang terus meningkat, kemudian sejak akhir 2015 LPPF mulai masuk ke ecommerce. Tapi dana yang digunakan untuk pengembangan sedikit dibanding total cash flow dia. Cuma 5%. Anggap kalau pendapatan kita 10juta per bulan, kita pakai 500ribu untuk main-main. Risiko nya kecil kan.
Dan 1 lagi, untuk pertama kalinya laba bersih Quarterly dia menembus 1 trillun. Kami membahas artikel klub 1 trillun untuk laba bersih 1 tahun. Ini dicapai dalam 3 bulan. Jelas ini bukan perusahaan biasa.
Dan dividennya juga lumayan.
Apalagi sebagian bisnis LPPF cuma menyewakan tempat. Menarik kan jika bisnis kita tinggal sediakan tempat, barang dari orang lain, pegawai dari mereka termasuk trainingnya, dan jika tidak laku, orangnya mundur diganti yang lain.

2. Bagaimana prospek nya.
Jelas ecommerce bisa menjadi ancaman, tapi LPPF juga berusaha untuk maju di ecommerce. Dan pemilik LPPF juga berusaha mempelajari model bisnis ini dengan membentuk start up di tempat lain. Artinya mereka adalah orang-orang yang berusaha untuk maju, minimal tidak mau jatuh begitu saja. Ini kami dapatkan dari analisa teman kami. Dan kami lebih memperhatikan analisa teman dibanding analisa orang asing. Soalnya kami tidak tahu apa target yang diharapkan para analis.
Plus urusan pakaian ini tidak segampang itu beralih ke ecommerce. Orang-orang masih ingin mencoba di tempat apakah cocok atau tidak. Mungkin kita bisa mengharap ada jaminan uang kembali dari penjual. Tapi tetap saja repot kan harus bolak balik.
Kemudian SSSG, alias same store sales growth. Ada yang mengaitkan penurunan LPPF dengan ini. Beberapa waktu lalu SSSG ACES juga turun. Tapi sekarang pulih dan tiba-tiba semua menjadi baik-baik saja kan?
Apalagi trend ekonomi Indonesia dalam kondisi naik. Kami rasa LPPF pertama kali nya akan mencapai angka penjualan 10 trillun di tahun ini.

3. Siapa yang menjalankan bisnisnya.
Orang yang menjalankan bisnis dan sanggup meningkatkan penjualan 3x lipat dalam 5 tahun jelas menarik. Apakah bos besarnya orang tidak jujur? Ini ada analisa menarik dari teman, isi manajemennya adalah orang-orang yang telah bekerja cukup lama di grup Lippo. Paling mereka dirotasi antar anak perusahaan. Jika tidak ada keuntungan, siapa yang mau bekerja dikerjain bertahun-tahun?
Lagipula berinvestasi itu adalah murni kepercayaan. Kita memberikan uang kita pada perusahaan untuk dikelola. Jika kita terus menerus harus mengecek informasi hanya karena ketakutan perusahaan mengakali kita, bukankah sama saja seperti kita menggaji baby sister untuk mengawasi anak kita, tapi karena kita tidak percaya baby sister nya, kita memasang CCTV, dan karena tidak yakin dengan kinerja CCTV, kita mempekerjakan teknisi untuk mengawasi, dan karena kita tidak percaya teknisinya, kita menggaji satpam untuk itu. Dan seterusnya. Bukankah ini terlalu ribet? Berinvestasi itu adalah untuk membangun kebiasaan yang nyaman. Jika kita tidak bisa melakukan ini terhadap perusahaan yang kita miliki, mungkin lebih baik tidak membeli di awal.
Lagipula mungkin lebih baik jika kami percaya perusahaan dibanding berita tidak jelas di Internet. Jika kami ditipu perusahaan, kami bisa membuang perusahaan ini dari daftar dan Lama-lama tersisa perusahaan bagus. Jika ditipu berita tak ada sumber di Internet? Mungkin ini nanti yang membuat Indonesia krisis. Karena rakyatnya berhenti bekerja dan sibuk percaya dengan berita yang belum jelas kebenarannya di internet.

4. Apakah harganya menarik saat ini.
Setelah yakin dengan perusahaannya bagus, dan punya harapan di masa depan, serta dikelola orang-orang profesional, apakah harga sekarang menarik? Menurut kami ya, makanya kami membeli. Jika turun lagi? Tinggal pencet buy. Dikasih di 10.525 mau, mengapa dikasih 10.000 malah nolak. Kalau tidak punya uang cash lagi? Tinggal jual BBNI kami untuk beli lagi. Jika turun terus dan benar-benar tidak punya cash lagi? Atau jumlah saham melebihi money management yang kami tetap kan? Maka kami akan menjadi penonton.

Satu hal lagi dalam membeli saham. Jangan pernah melihat sebagai kertas saja. Kalau cuma selembar kertas, ketika harga kertas jatuh, sudah tentu kita akan panik. Tapi ketika beli perusahaan, bayangkan sebuah toko, pabrik, rumah, atau apa saja. Di dalamnya ada mesin, perabot, karyawan, yang bekerja keras. Ada transaksi keuangan, ada harapan orang-orang di dalam, ada tanggungan keluarga. Ada juga pemilik lain yang saling bernegosiasi dalam kepemilikan. Berapa nilai untuk ini? Hanya kita sendiri yang tahu, bukan orang lain.

 

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

2836429
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1468
5450
19238
18186
14160
69662
2836429

Your IP: 3.230.76.196
Server Time: 2020-04-05 13:33:25
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine