Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa DasarMenatap 2019

Menatap 2019

 

Menatap 2019

Banyak hal yang terjadi di 2018. Baik di dalam maupun di luar negeri. Semua kejadia eksternal ini, apapun itu, selalu efeknya adalah membuat kita nyaman atau tidak nyaman jika kita bereaksi, atau tidak ada efek jika kita mengabaikannya.

Kesuksesan berinvestasi kita pada akhirnya karena cara kita menghadapi bursa saham. Makanya Benjamin Graham berkata bursa itu bos yang menyuruh kita melakukan apapun, atau pelayan yang memberikan informasi. Kalau sebagai bos, maka ketika bursa saham turun karena banyak yang menjual, maka kita harus mengikuti mereka. Atau sebagai informasi saja, bahwa ada perusahaan bagus yang dijual dengan harga murah, dan kita seharusnya membeli. Sebaliknya juga ketika harga naik tinggi.

Metode yang sudah teruji sejak dipopulerkan Graham sejak era great depression di 1929. Tapi kalau kita jeli, membeli ketika orang lain tidak berminat dan harga murah, kemudian menjual ketika banyak yang butuh dan harga mahal adalah konsep dasar perdagangan sejak jaman dahulu. Dan sampai hari ini sepertinya metode untuk menghasilkan uang adalah menjual lebih mahal dibanding modal.

Ini adalah rumus matematika sederhana. Untuk mendapat hasil positif, maka A (penjualan) - B (modal) harus positif. Karena itu A harus lebih besar dari B. Apakah B angkanya besar ataupun rendah. Dan bagi kami, lebih gampang mencari untung ketika B berupa angka yang rendah. Kecuali kita memiliki keyakinan bahwa A akan bertambah besar.

Jadi rumus dasarnya adalah mencari perusahaan bagus yang dinilai rendah oleh mayoritas investor karena pemahaman mereka saat itu benar, alias teori market yang efisien. Waktu sektor konstruksi tertekan, itu adalah realita di 2018. Dan apapun alasannya yang membuat harga saham rendah, itu juga adalah benar. Sayangnya, cara berpikir mayoritas investor adalah jangka pendek, sehingga tidak memberi kesempatan pada perubahan kondisi. Karena selalu berpikir bahwa di investasi selalu ada jatuh temponya.

Dalam buku One Up on Wall Street, Peter Lynch sudah menyatakan, bursa saham adalah seperti permainan poker tanpa batas waktu. Ketika situasi menguntungkan kita, saatnya menambah taruhan. Situasi yang menguntungkan jelas adalah ketika harga sahamnya jatuh karena sebab sementara yang akan menjadi tidak penting dalam beberapa waktu ke depan.

Kemudian jika kita memahami cara kerja perusahaan, yang intinya adalah bagaimana perusahaan ini akan menghasilkan uang secara konsisten, berarti ini seperti kita menemukan tambang emas. Fokus kita adalah bertahan di perusahaan seperti ini. Ini yang dilakukan Warren Buffett di perusahaan Apple dan yang sejenisnya. Jadi penurunan saham Apple dari 230 menjadi 145 malah menjadi kesempatan bagi Buffett untuk membeli lebih banyak. Ini seperti menggabungkan 2 metode di atas. Perusahaan yang bisa meningkatkan A secara masif di masa depan dan dijual di harga makin murah.

Tapi yang mengikuti pembelian Buffett jelas belum tentu akan mendapat hasil yang sama. Ini karena mentalitas, jangka waktu tiap investor berbeda. Apakah para pengikut sanggup melihat assetnya turun 40%, selama berbulan-bulan? Sepertinya susah. Karena pada dasarnya manusia cuma ingin ikut enaknya saja, tapi jarang yang mau meningkatkan kapasitas diri. Ketika situasi berubah, maka emosi juga berubah.

Meningkatkan kapasitas juga berarti kemampuan menghadapi masalah yang lebih besar. 2019 dan seterusnya juga akan sama seperti sebelumnya. Apapun kejadian yang datang kita harus siap menghadapinya. Karena aset kita akan bertumbuh terus.

Ngomong-ngomong, yang percaya krisis cuma 10 tahun sekali, dengan lewatnya 2018, berarti krisis berikutnya di 2028, apakah berani membeli semua saham pilihannya dan bertahan sampai 2027 untuk dijual? Apakah yakin tidak ada kejadian luar biasa selama 10 tahun ke depan? Bursa Amerika sendiri sudah turun lumayan untuk bersiap pada krisis berikutnya, dilihat dari hilangnya 2 perusahaan raksasa dari daftar perusahaan dengan market cap 1 trillun usd.

Selalu ada kejadian tak terduga yang harus kita hadapi, karena itulah kita harus sedia payung sebelum hujan. Kita tahu ke depan hujan pasti akan turun, dan kita tidak hanyut karena banjir. Kalau di saham, artinya masalah apapun, tidak akan menghabisi aset kita dan membuat kita bangkrut.

Salah satu pidato luar biasa dari Arnold Schwarzenegger, ada 5 hal yang harus kita lakukan supaya bisa mencapai kesuksesan :
1. Memiliki tujuan yang jelas
2. Tujuan harus besar
3. Abaikan semua orang negatif
4. Bekerja keras untuk mewujudkan
5. Kembalikan kepada masyarakat jika kita berhasil

Nanti kami akan membahas lebih lanjut untuk bagian ini. Untuk saat ini, selamat tahun baru 2019, artinya, gunakanlah cara baru untuk mencapai tahap baru dalam karir investasi kita. Untuk mencapai level yang belum pernah kita capai, berarti kita harus melakukan yang belum pernah kita lakukan. Sesuai pepatah Albert Einstein, untuk mengharap hasil baru, kita tidak bisa melakukan hal yang sama berulang-ulang.

Dan akhir kata, 2018 adalah tahun yang baik, karena kita tidak dalam posisi kehilangan kebebasan, tidak sakit parah, tidak meninggal, dan tidak dalam posisi berhutang luar biasa. Lanjutkan 2019 dengan terus berinvestasi demi masa depan yang makmur, dan jadilah bahagia.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

2349882
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
740
1927
13479
15798
54013
58875
2349882

Your IP: 34.204.179.0
Server Time: 2019-08-25 07:23:02
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine