Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa DasarManajemen Hebat

Manajemen Hebat

 

Manajemen Hebat

Baru-baru ini ada berita pergantian direksi beberapa bank BUMN, dan pergantian ini tidak mulus. Dimana direktur BRI menolak pindah ke BTN. Apakah dengan ini kinerja kedua perusahaan akan terganggu sehingga menyebabkan laba bersih turun dan sahamnya akan mengikuti?

Kita tidak tahu apa alasan penolakan ini, tapi perpindahan jabatan adalah hal wajar dalam bisnis. Tidak ada yang abadi, semua akan selalu berubah. Manajer hebat selalu datang dan pergi, tapi bisnis yang solid akan selalu bertahan. Kita bisa melihat sejarah perusahaan selama ini, misalnya BBCA yang dibesarkan Mocthar Riady, tetap adalah salah satu terbesar di Indonesia setelah ditinggalkan Riady. Kemudian grup Indofood yang tetap nomor 1 dalam hal mie instan walau manajemen silih berganti. Termasuk grup bisnis lainnya. Misalnya juga Astra setelah ditinggal William Soeryadjaya, tetap merupakan bisnis raksasa yang terus mengakuisisi banyak bisnis lain.

Atau contoh ketika Warren Buffett membeli Coca-Cola yang salah satu alasannya adalah CEO hebat di dalam. Pertanyaannya, setelah bertahun-tahun, siapa yang masih mengingat nama CEO Coca-Cola yang dipuji Buffett? Dan setelah orangnya berhenti dari Coca-Cola, apakah Buffett menjual semua saham Coca-Colanya?

Kemudian dalam skala negara, kita bisa melihat banyak kepala negara hebat yang akhirnya turun, tapi negara tetap akan berdiri. Contohnya Deng Xiaoping dari China yang melakukan reformasi ekonomi dan mengangkat China dari negara miskin menjadi negara kedua terkuat di dunia. Dan perang dagang dengan Amerika adalah salah satu cara pihak Amerika mencegah China menjadi nomor satu di masa depan. Dan Amerika sendiri telah melalui sejarah hampir 250 tahun dengan 45 pemimpin yang berbeda.

Ini bukan berarti manajemen tidak ada artinya, karena bagaimanapun isi perusahaan adalah manusia, dan manajemen ibarat nahkoda yang mengemudikan kapal. Nahkoda yang ugal-ugalan mungkin akan membuat kapal karam. Karena itulah dalam berinvestasi kami pribadi tidak akan meletakkan manajemen sebagai pioritas utama dalam membuat keputusan. Manajemen bagus adalah bonus, tapi perusahaan baik adalah berbahaya kalau tergantung sepenuhnya dari manusianya.

Manajemen hebat mungkin akan meletakkan fondasi sistem yang bagus, tapi manajemen sendiri suatu hari akan berhenti, baik mendadak atau sesuai rencana. Dan perusahaan harus bisa melakukan regenerasi. Manusia selalu berusaha lebih maju dibanding pendahulunya. Kita bisa membahasnya sebagai persaingan atau berusaha mendapat kehidupan yang lebih baik. Ini adalah hal wajar, kita sendiri selalu berusaha ingin lebih baik. Jadi penerus dari manajemen hebat akan punya kesempatan untuk melakukan lebih baik. Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana kalau penerusnya melakukan lebih buruk?

Di sinilah kita sebaiknya mencari perusahaan yang bisa berdiri kokoh walau ada waktu tertentu perusahaan akan dikepalai manajer yang bermasalah. Seperti kata Peter Lynch, carilah bisnis yang bisa dijalankan orang bodoh, karena cepat atau lambat akan ada orang bodoh di posisi itu, dan jangan sampai orang bodoh ini salah memencet tombol keputusan dan perusahaan langsung kolaps.

Mengenai penjelasan ini, dibahas cukup detil dalam buku Cashflow Quadrant. Dimana Robert Kiyosaki membagi cara manusia menghasilkan menjadi 2 metode, yaitu penghasilan aktif dan penghasilan pasif. Penghasilan aktif berarti manusia adalah sistemnya. Kehilangan manusia akan merusak sistem. Sedangkan di penghasilan pasif, manusia dan sistem berbeda, sehingga pergantian manusia bagaimanapun sistem tetap bisa dijalankan. Ini yang dimaksud pernyataan Peter Lynch.

Untuk pembahasan lebih detil mengenai bagaimana menganalisa perusahaan berdasarkan model bisnisnya, bisa dibaca di Why Moats Matter dan Little Book That Build Wealth. Tapi semua informasi dan ilmu hanya bisa berhasil jika kita sendiri punya mental yang pas. Misalnya dalam jangka pendek perusahaan mungkin akan stagnan karena pergantian manajamen atau manajemen melakukan kesalahan, kalau kita punya kesabaran melewati semuanya, maka masalah jangka pendek bukan masalah. Termasuk masalah perang dagang. Semua situasi akan terus berubah, dan kita cukup punya kesabaran melihatnya berlalu. Tapi kalau kita sendiri mematok target jangka pendek, mungkin saja kita harus menjual perusahaan ketika mereka dalam kondisi buruk.

Manajemen hebat tapi tidak mengembangkan diri lagi akan ketinggalan jaman, sehingga tidak bisa diharapkan lagi. Sama juga seperti kita jika tidak terus mengembangkan diri, maka akan tertinggal juga oleh yang lain. Jadi kunci kita berhasil di investasi adalah terus mengembangkan diri, sehingga apapun yang terjadi di luar, kita siap menghadapinya.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

2403650
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1434
2762
4196
17111
39382
68399
2403650

Your IP: 18.207.252.123
Server Time: 2019-09-17 08:54:05
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine