Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa Money ManagementHemat Pangkal Kaya

Hemat Pangkal Kaya

 

Hemat Pangkal Kaya

Kita selalu mendengar perkataan hemat pangkal kaya. Kita melihat banyak orang kaya yang hidup sederhana. Bahkan di cerita komik, misalnya Gober Bebek, kekayaan dia didapatkan dari berhemat. Tapi ada juga orang-orang yang sudah hidup hemat, tidak bisa menjadi kaya. Apa yang membedakan?

Berhemat adalah langkah awalnya. Langkah berikutnya yang menentukan. Setelah menabung, uang kita digunakan untuk apa yang menentukan apakah kita menjadi naik kelas, biasa saja, atau turun kelas.

Biasa saja adalah apa yang kita dapatkan semuanya dihabiskan untuk kehidupan kita. Kita menjalankan kebiasaan orang pada umumnya. Untuk naik kelas atau turun kelas, kita harus melakukan sesuatu terhadap apa yang kita tabung.

Jika kita menggunakan uang kita untuk membeli barang yang mengalami penurunan nilai, kemudian membayar cicilan atas barang itu, berarti kita mengalami penurunan nilai kekayaan secara konsisten. Dan dengan menyicil, kita membayar lebih besar terhadap nilai barang itu. Ini konsep bunga majemuk.

Di sisi yang berlawanan, orang-orang yang memahami cara kerja bunga majemuk, akan membeli barang yang bisa mengalami kenaikan nilai. Kenaikan nilai ini didapatkan dari kemampuan barang menghasilkan nilai tambahan.

Dalam buku cashflow quadrant, Robert Kiyosaki sudah membahas tentang ini. Barang yang memberi kita penghasilan disebut aset, sedangkan yang membuat kita mengeluarkan uang disebut liabilitas. Jadi, untuk menjadi kaya, maka uang yang kita dapatkan harus dibelikan aset, dan mengurangi pembelian barang liabilitas. Aset yang akan menghasilkan uang, yang kemudian dibelikan aset lagi. Demikianlah para orang terkaya di dunia bekerja.

Dia yang memahami akan mendapat, dia yang tidak memahami akan membayarnya. Satu kalimat yang sangat penting. Bahwa kita harus belajar tentang bahasa finansial untuk bisa paham. Apa yang harus dipahami di awal? Yaitu apa saja barang yang termasuk aset, dan mana yang termasuk liabilitas. Misalnya, rumah, apakah aset atau liabilitas. Kalau bahasa umum, rumah jelas aset. Tapi kalau bahasa finansial, rumah jika setiap waktu butuh pengeluaran untuk mempertahankan kepemilikan ini, maka ini adalah liabilitas. Dan kalau rumah memberi kita penghasilan, maka ini disebut aset.

Jangan pernah meragukan kekuatan bunga majemuk. Perbedaan 1% selama 20 tahun akan membuat kita bertambah kaya atau miskin sebesar 20%. Jika kita mengumpulkan aset, perbedaan 1% akan membuat kita lebih kaya 20%. Jika kita mengumpulkan liabilitas, perbedaan 1% akan membuat kita lebih miskin 20%.

Satu lagi yang penting. Mengumpulkan aset ini butuh usaha. Tidak bisa hanya dengan membaca buku dan menyetujui. Butuh komitmen untuk bisa konsisten menjalankan. Ini gunanya melihat secara jangka panjang. Selalu melihat gambaran besar akan membantu kita bisa melangkah dengan pasti.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1447488
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1609
1375
12808
12900
31897
50368
1447488

Your IP: 54.159.30.26
Server Time: 2018-02-19 23:57:06
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine