Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa Psikologis6000 - What Next

6000 - What Next

 

6000 - What Next

IHSG akhirnya melewati batas 6000 untuk pertama kali. Setelah ini akan kemana? Karena angka 6000 bukan tujuan akhir. Selalu ada cerita setelah cerita. Apakah IHSG akan turun, atau lanjut naik. Ini yang paling penting untuk diketahui. Jika turun maka sekarang jualan, jika naik maka sekarang beli. Seperti itu rencana nya.

Bagaimana dengan kenyataannya. Jelas kalau ada metode pasti untuk tahu ini, kami akan sangat senang menggunakannya. Dan sedang pensiun di Hawaii. Tapi hidup di investasi tidak seperti ini. Selalu ada harapan dan keraguan. Harapan membuat orang membeli. Keraguan membuat orang menjual. Jika ditanya, apakah IHSG masih bisa naik? Jelas bisa. Angka 10.000, 20.000 juga akan dilewati. Tapi di antara kenaikan, jelas akan ada penurunan
Mungkin saja ke 5.500 atau malah ke 5.000 dulu.

Jangka panjang cerita ekonomi hanya 1. Akan naik. Ini karena sesuai pola kerja masyarakat yang selalu ingin lebih baik. Tanpa meningkatkan kapasitas saja gaji akan naik sesuai inflasi, apalagi yang bekerja lebih pintar, lebih rajin, dan lebih berintegritas. Jika ke depan ekonomi dan IHSG akan naik, apakah sekarang tinggal beli dan ditinggal tidur? Sayangnya tidak. Ekonomi pada suatu waktu juga butuh beristirahat.

Mungkin setelah bekerja keras, orang yang terlibat di dalamnya butuh waktu untuk mengisi energi lagi. Atau ada kesalahan yang dilakukan dalam melakukan kegiatan ekonomi, jadi butuh usaha, waktu dan uang untuk menghapus kesalahan itu.

2 hal penting, karena ekonomi secara jangka panjang akan naik, dan secara jangka pendek mungkin bisa turun, maka penurunan ini akan menjadi momentum bagi kita untuk membeli. Kata Warren Buffett, koreksi adalah kesempatan bagi saya untuk membeli masa depan Amerika di harga diskon. Koreksi IHSG adalah kesempatan bagi kita untuk membeli masa depan Indonesia di harga diskon. Buffett sendiri yakin Dow Jones yang sekarang di 23.000an, suatu hari akan mencapai titik 1 juta. Kalau lihat 1 juta, 23.000 murah kan?

Kita seharusnya membayangkan bursa adalah orang mabok yang kadang ingin membeli di harga tinggi sekali dan kadang ingin menjual di harga serendah mungkin. Tugas kita sebagai investor yang logis adalah melihat penawaran yang ada, dan jika kita merasa menarik maka kita melakukan transaksi. Jika tidak, kita melanjutkan kegiatan kita lagi.

Ini tentang IHSG. Bagaimana dengan saham kita? Sama saja. Ada 500an saham yang ditawarkan setiap hari. Kita sebagai pembeli atau penjual punya Hak penuh dalam melakukan transaksi. Misalnya kemarin right isu ROTI yang dijual di harga atas dibanding harga pasar. Investor ada yang melihat ini sebagai kesempatan menjual. Tapi investor lebih besar yang melihat jauh ke depan melihat ini sebagai kesempatan membeli. Kapan lagi bisa mendapat sebagian besar saham tanpa melalui tender yang mungkin akan lebih mahal dibanding menebus di harga right isu.

Cara kita melihat bursa akan menentukan pemikiran kita selanjutnya yang akan menentukan tindakan kita. Tindakan kita akan menghasilkan masa depan kita. Dengan pemahaman ini, kami selalu terpacu untuk berusaha bertanggung jawab terhadap setiap transaksi yang kami lakukan karena setiap transaksi adalah wujud dari membeli masa depan kami.

Satu tips sederhana apa posisi yang akan kami ambil. Jawaban selalu sama. Apakah IHSG 6.000 atau 4.000 atau 10.000, kami selalu membeli yang menurut kami murah dan menjual yang menurut kami mahal. Apa yang mahal dan murah? Saatnya mengerjakan PR masing-masing.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1271265
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1293
2562
16640
17388
46277
72996
1271265

Your IP: 54.156.92.243
Server Time: 2017-11-18 10:12:41
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine