Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa PsikologisSaatnya Berhenti

Saatnya Berhenti

 

Saatnya Berhenti
 
IHSG terus-menerus mencetak rekor, sebuah situasi yang terjadi di Amerika selama beberapa waktu lalu. Berarti pasar modal sedang bagus. Apa yang harus dilakukan.
 
Yang pertama, kami melihat dulu tujuan kami berinvestasi. Yaitu untuk mengumpulkan dana pensiun. Kemudian cara apa yang digunakan untuk itu. Yaitu value investing. Metode yang sudah teruji, karena semua investor yang mencapai usia pensiun bisa hidup dengan tenang menggunakan aset yang di kumpulkan sejak muda.
 
Kecuali Warren Buffett yang terus-menerus mengumpulkan aset, seperti melakukan sebuah hobi. Ini menandakan bahwa karir value investor tidak dibatasi usia. Semakin tua akan semakin berpengalaman, dan modal semakin besar.
 
Setelah tahu mengenai apa yang diinginkan, kita bisa fokus pada apa yang harus dilakukan sekarang ini. Value investing menganut sistem membeli perusahaan bernilai bagus di harga rendah. Jadi, kenaikan bursa membuat harga menjadi lebih tinggi. Ini membuat pilihan pembelian semakin sulit.
 
Bahkan di daftar belanja kami, yang bulan lalu masih ada property dan konstruksi yang murah, sekarang sudah mulai tidak murah. Ketika di daftar belanja tidak ada barang yang bisa dibeli lagi, ini menandakan saatnya kami harus berhenti berbelanja.
 
Dan kami yang menganut prinsip menabung saham, yang tiap bulan menyetor dana ke rekening investasi, tetap akan melakukan setoran. Sambil mengumpulkan cash, kami menunggu bursa menjadi lebih murah.
 
Lebih murah bisa terjadi dari 2 situasi. Yang gampang dan menyakitkan bagi sebagian investor adalah ketika pasar anjlok. Yang kedua adalah kenaikan kinerja perusahaan yang mendorong nilai perusahaan menjadi lebih murah.
 
Jadi yang bisa kami lakukan adalah bekerja lebih giat mencari uang, di mana pada kondisi ekonomi sekarang, uang banyak berlimpah, yang memudahkan setiap penabung mengumpulkan cash. Dan di bursa, kami hanya perlu duduk diam menunggu sampai waktu membeli tiba. Proses menunggu ini yang butuh komitmen.
 
Komitmen ini yang tidak gampang untuk dilakukan. Emosi manusia selalu berubah-ubah. Sama seperti di bursa. Kadang bursa melihat semuanya gampang dan berani membeli di harga tinggi, kadang bursa ketakutan akan masa depan dan menjual di harga sangat rendah. Siklus yang selalu berulang.
 
Walau kami tidak tahu kapan situasi ini akan terjadi, kami yakin ini pasti akan terjadi lagi. 200 tahun sejarah pasar modal dunia membuktikan hal ini akan terus berulang. Kejadian di dunia yang menyebabkan emosi investor naik turun.
 
Satu hal pasti. Daftar kami sudah mahal bukan berarti seluruh saham telah mahal. Daftar kami cuma terdiri dari 10% saham di bursa Indonesia. Mungkin saja ada investor yang daftar belanjanya sedang diskon besar-besaran.
 
Ini pentingnya kita mengerjakan PR masing-masing. Perkataan orang lain belum tentu benar dari sudut pandang kita. Satu-satunya orang yang harus kita dengar di investasi adalah kita sendiri. Baik ketika harga di atas ketika market euforia, dan ketika di bawah ketika market depresi.
 
Bursa bukanlah tuan yang memerintah kita melakukan transaksi, bursa hanyalah pelayan yang memberikan informasi untuk kita. Keputusan selalu di tangan masing-masing investor.
 
Pada akhirnya, berinvestasi di pasar modal butuh keyakinan, karena bursa akan menghabisi semua yang tidak punya keyakinan. 

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1447489
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1610
1375
12809
12900
31898
50368
1447489

Your IP: 54.159.30.26
Server Time: 2018-02-19 23:57:19
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine