Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa PsikologisSetiap Nilai Ada Harganya

Setiap Nilai Ada Harganya

 

Setiap Nilai Ada Harganya

Baru saja kami menulis artikel tentang berhenti membeli saham karena hampir semua saham yang ada di list kami sudah lumayan mahal melewati batas pembelian. Jika tidak ada yang bisa dibeli, berarti hanya perlu duduk manis. Atau malah saatnya jualan?

Kalau saja kami tahu kapan bursa akan sangat mahal, sudah tentu akan mengambil tindakan tersebut. Sayangnya, sampai sekarang tidak ada metode yang pasti bisa menebak kapan harus melakukan transaksi. Satu-satunya penjelasan yang logis mengapa investor menjual adalah karena menurut mereka, harga sahamnya sudah mahal. Mahal atau tidak, semua tergantung persepsi masing-masing lagi.

Jadi posisi kami masih full saham? Ya. Jadi posisi portofolio mengalami penurunan lumayan? Ya juga. Ini yang pasti akan dialami investor yang memutuskan memegang sahamnya untuk beberapa waktu. Satu-satunya metode supaya terhindar dari penurunan beberapa hari ini adalah selalu membersihkan portofolio di sore hari, dan besok selalu memulai dari yang baru.

Jika kita memutuskan menjadi day trader karena tidak mau menghadapi risiko penurunan, yang mana semua sepakat adalah tidak baik untuk kesehatan portofolio, maka ada risiko lain yang kita hadapi. Dalam segala hal, selalu ada risk and reward. Itu yang harus disadari. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghilangkan semua risiko. Jadi apa saja risiko dari menjadi day trader.

Yang pertama, jika saham punya potensi turun, maka ada juga potensi naik. Dan kalau kita melihat index di semua negara, arah index selalu naik untuk jangka panjang. Index selalu mencerminkan ekonomi di negara tersebut. Jadi index yang meningkat, menandakan ekonomi yang membaik, penyebabnya bisa dari semakin bertambahnya penduduk di sana atau semakin besar kemampuan mereka menghasilkan produktivitas ekonomi. Ini yang terjadi pada China selama 20 tahun terakhir. Penduduk yang besar, dan kapasitas rakyatnya meningkat.

Jika kita tidak memiliki saham, maka potensi kita kehilangan momen saham naik juga ada. Kalau melihat data IHSG sejak tahun 2000, dari 12 bulan, maka bulan IHSG naik ada sebanyak 10 kali dan turun 2 kali. Artinya jika kita menghindari penurunan, kita kehilangan peluang kenaikan 83%. Mengejar peluang 17% dan membuang 83% adalah tidak logis menurut kami.

Kemudian untuk menjadi day trader, berarti kita harus di depan monitor mengawasi pergerakan harga. Yang berarti menggunakan waktu produktif kita yang pasti untuk mencari sesuatu yang tidak pasti. Bagi kami, ini juga tidak logis. Berinvestasi itu adalah menggunakan segala sumber daya di luar untuk meningkatkan nilai investasi.

Pilihan ada di tangan kita. Segala nilai yang kita dapatkan, selalu ada harga yang harus dibayar. Price is what you pay. Value is what you get. Perkataan dari Warren Buffett. Dengan kalimat ini, maka sesuatu yang harus kita keluarkan, yaitu biaya, haruslah sekecil mungkin. Sedangkan nilai yang kita dapatkan, haruslah semaksimal mungkin.

Ini salah satu pentingnya margin of safety. Ada batasan dari harga yang harus kita bayar supaya imbal hasilnya maksimal. Melakukan margin of safey secara konsisten adalah butuh komitmen yang sangat besar. Contoh penurunan beberapa hari ini, apakah sudah menarik untuk membeli? Balik lagi, berapa harga yang kita akan bayar untuk mendapatkan nilai maksimal? Tentukan margin of safey kita masing-masing.

Dan ingat saja, tidak ada yang pasti di dunia ini. Setelah Januari ceria, siapa yang bisa menebak Februari kelabu? Di mana letak kesenangan ketika Januari gampang sekali mendapat profit dari saham? Tapi hari ini juga tidak akan berlangsung selamanya. Misalnya setelah beberapa bulan ke depan, jika index melaju lagi, siapa yang masih mengingat kejadian Februari ini?

Menggantungkan masa depan kita berdasarkan penilaian terhadap naik turunnya emosi manusia, bagi kami adalah riskan. Hari ini senang, besok sedih, jika kita bertransaksi karena ini, sangat repot nanti. Apalagi ketika kondisi emosional tidak stabil, kita akan mencari semua informasi yang mendukung sisi negatif ini. Semakin dicari, semakin banyak yang didapatkan.

Tapi apakah informasi ini berguna? Belum tentu. Apalagi jika informasi itu belum tentu benar. Misalnya seperti sekarang. Apakah sudah keluar berita akan krisis? Kemudian ramai-ramai mengeluarkan ramalan siklus 10 tahun resesi ekonomi?

Menurut kami, krsis masih jauh, cuma ekonomi kadang memang harus cooling down supaya bisa berlari lagi. Ini karena yang menggerakkan ekonomi adalah manusia. Dan tidak ada manusia yang bisa bekerja terus-menerus.

Karena kami full portofolio seperti biasa, yang bisa kami lakukan adalah melakukan aktivitas sehari-hari. Dan nanti ketika saham naik tinggi lagi, aktivitas sehari-hari juga yang akan kami lakukan.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1447486
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1607
1375
12806
12900
31895
50368
1447486

Your IP: 54.159.30.26
Server Time: 2018-02-19 23:56:36
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine