Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa PsikologisBlack Panther

Black Panther

 

Black Panther

Film Marvel terbaru yang pendapatannya fenomenal. Rekor demi rekor dipecahkan, kecuali Star Wars The Force Awaken yang sepertinya susah untuk dilalui di pasar Amerika, Dan Avatar serta Titanic untuk pasar dunia. Kita tidak akan membahas terlalu banyak isi cerita. Tapi tetap saja mungkin ada spoiler buat yang belum menontonnya.

Tema filmnya adalah tentang 2 pihak yang berusaha mencapai tujuan mereka dengan cara yang berbeda. Walau keduanya berasal dari awal yang sama. Sama-sama keturunan dari Wakanda, tapi pada akhirnya mereka mengambil jalan yang berbeda. Hal yang paling mempengaruhi adalah bagaimana mereka bertumbuh. Lingkungan yang memberi efek pada setiap tindakan mereka. Setiap kejadian memberikan efek, dan bagaimana reaksi atas itu akan membuat kejadian berikutnya.

Ini sama seperti kita berinvestasi. Cara yang kita tempuh tergantung apa tujuan kita berinvestasi. Bukan berarti seperti Black Panther ada benar atau salah. Bagi kami, semua hanyalah apa yang kita lakukan, akan memberi hasil, dan hasil akan menyebabkan kita bereaksi lagi, sehingga memberi hasil berikutnya.

Dan yang menentukan bagaimana kita bereaksi adalah hasil pembelajaran dari lingkungan kita. Komunitas yang kita pilih akan menentukan bagaimana cara kita bereaksi. Tinggal ditanya apakah cara kita masih menuju tujuan kita. Komunitas bisa beragam, ada yang murni nilai perusahaan ada yang fokus harga perusahaan, ada yang fokus dividen, ada yang fokus mengambil capital gain, ada yang penting bertransaksi. Ada yang anti cutloss, ada yang pokoknya turun cutloss. Ada yang anti margin, ada yang tiap hari margin. Ada yang tiap hari melihat market ada yang tiap bulan melihat market. Ada yang fokus menganalisa sendiri ada yang fokus mengikuti saham pilihan orang.

Ada ribuan cara pandang, dan semuanya bukan hanya 0 dan 1, kiri atau kanan. Tapi di antara 0 dan 1 ada ribuan angka lagi. Di antara kiri dan kanan, ada pergesaran sedikit demi sedikit. Kita hanya bentuk irisan dari berbagai ide. Dan inipun akan berubah terus, tergantung kapasitas diri kita. Misalnya dengan membaca buku Peter Lynch, kita akan mendekati metode dia, ketika membaca annual letter Buffett, kita mungkin lebih dekat ke Buffett.

Siapa orang di depan kita yang akan kita tiru? Meniru bukan berarti copy paste. Tapi amati, tiru, dan modifikasi sesuai latar belakang kita. Contoh, Buffett bagus dalam hal menganalisa dan kesabaran, tapi kita tidak bisa meniru mesin pencetak uangnya begitu saja dalam bentuk perusahaan. Kemudian Peter Lynch yang caranya sederhana, tapi latar belakang dia di badan investasi jelas bukan untuk semua orang.

Paling penting fokus pada hal sederhana yang bisa kita lakukan setiap waktu. Jangan melakukan satu hal, kemudian pindah lagi dalam beberapa waktu. Tidak ada puncak karir yang akan dicapai jika kita terus melakukan ini.

Kami sendiri, sudah jelas akan memilih jalan berinvestasi berdasarkan nilai. Kami mendengar ada yang berhasil, melihat ada yang berhasil, dan belajar metode mereka, langkah yang menurut kami akan semakin dekat. Tinggal semakin perdalam, dan bergaul dengan orang yang sama visi misinya.

Burung sejenis terbang bersama, investor sejenis jaya bersama.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1626921
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1081
3661
4742
8408
27116
45898
1626921

Your IP: 54.224.255.17
Server Time: 2018-06-19 19:57:44
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine