Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa PsikologisSiapa Lebih Pusing

Siapa Lebih Pusing

 

Siapa Lebih Pusing

Beberapa waktu ini hampir pasti banyak investor yang pusing karena penurunan IHSG. Apalagi saham-saham yang betanya lebih besar dari 1. Jika saham memiliki beta 2, maka setiap IHSG turun 5% maka sahamnya turun 10%. Wajar akhirnya portofolio kita yang bagus di bulan January menjadi jelek sekarang.

Kemudian sibuk menyesali diri mengapa kemarin tidak exit atau mungkin sekarang sibuk mencari metode menebak arah bursa. Andaikan saja ada........

Selagi kita pusing, di negeri seberang sana, ada kejadian yang lumayan. Yaitu kebocoran data facebook yang dihubungkan dengan kemenangan Donald Trump di pilpres Amerika kemarin. Sekitar 50 juta pengguna diambil datanya untuk dijadikan analisa pemenangan Trump.

Saham Facebook langsung turun sekitar 7%. Dan 7% itu menyebabkan Mark Zuckerberg mengalami penurunan nilai aset sebesar 6 milyar dollar. Atau sekitar 80 trillun rupiah. Bayangkan pagi kita lihat porto kita sekitar 1150 trillun, sore harinya berkurang 80 trillun menjadi 1070 trillun. Orang bisa saja bilang masih bisa tenang karena masih ada 1070 trillun. Maka alasan yang sama juga bisa kan ke portofolio kita. Tenang saja, masih ada sekian sekian. Sama saja kan? Kalau melihat penurunan aset beberapa juta saja tidak bisa kita toleransi, mengapa kita yakin penurunan 80 trillun akan membuat kita tetap bisa tenang?

Ini alasan yang diutarakan investor dunia. Tiap hari melihat market akan membuat kita menjadi gelisah. Bayangkan saja kita tiap hari jaga toko mengharap penjual datang membeli dagangan kita. Kalau tidak sabar sudah pasti akan banting meja. Jaga toko itu di gaji makanya sabar. Apakah kita juga digaji untuk menjaga pergerakan saham?

Kita hanya dibayar karena 2 hal. Capital gain dan dividen gain. 2 2nya butuh kesabaran untuk terwujud. Lebih gampang di dividen gain. Kita bisa tahu perusahaan mana yang menguntungkan, kapan bagi dividen, berapa yang dibayar. Dan berapa harga yang akan kita bayar untuk perusahaan itu.

Stress, panik, emosi, pusing karena pergerakan bursa harian tidak akan membantu kita melakukan analisa keputusan apa yang harus dilakukan.

Padahal kegiatan berinvestasi itu cuma melakukan analisa, melakukan transaksi, menunggu semua analisa terjadi. Apa yang perlu dipusingkan. Menunggu juga tidak perlu tiap hari duduk di depan komputer. Sama seperti menonton bola di televisi, mau diapakan juga hasil pertandingan tetap akan sama.

Ingat saja, IHSG turun hanya karena sentimen, coba cek apakah perusahaan kita bermasalah. Ada pabrik ditutup, atau ada kecelakaan besar? Bagaimana dengan Facebook dan Mark. Langsung kena kan ke perusahaannya?

Apakah ke depan akan menjadi lebih baik atau buruk? Wish we know.... Semua investor besar tidak tahu masa depan dan aset mereka bertumbuh terus, sedangkan yang mengklaim bisa menebak masa depan tetap jadi peramal saja. Jadi Tugas kita adalah mengikuti jalan investor atau jalan peramal?

Jangka pendek bursa adalah mesin voting, jangka panjang bursa adalah mesin timbangan. Voting itu modal ikut arus, timbangan itu modalnya mencari kualitas. Yang mana yang akan kita ikuti, lihatlah tujuan kita berinvestasi.

Bertransaksi sesuai rencana yang sudah kita susun, jangan karena dikendalikan bursa. Ingat, bursa itu pelayan yang memberikan informasi, bukan bos yang menyuruh kita melakukan ini itu.

Hari buruk atau baik, keputusan ada di tangan kita.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1665256
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
776
1049
9668
11717
22425
43026
1665256

Your IP: 54.81.195.140
Server Time: 2018-07-16 10:16:02
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine