Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa PsikologisFear and Greed in Ignorant World

Fear and Greed in Ignorant World

Beberapa waktu terakhir ini, sebagian besar investor kemungkinan besar berada dalam mood ketakutan, kekuatiran, kesedihan, ataupun marah-marah karena pasar saham yang lebih banyak merah, dan tidak jelas kapan berakhirnya bearish ini. Kita tidak membahas bagaimana terjadinya ini. Sudah banyak analis hebat yang merangkumnya.

Pada saat ini, sangat sedikit yang bisa senang. Tapi baru beberapa bulan sebelumnya, semua merasa investasi itu sangat gampang. Sehari profit 1 juta, 1%, sangatlah mudah dijangkau. Jadi kita selalu bergerak di antara emosi yang sangat negatif (takut, kuatir, marah, sedih, dll) dan emosi yang sangat positif (euforia, senang, percaya diri, dll). Positif di sini bukan sikap positif yang sering dibahas banyak seminar. Tapi bayangkan saja sebuah garis bilangan, ada bagian kiri 0 yang negatif, dan bagian kanan 0 yang positif.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukankah manusia sudah mengembangkan berbagai cara untuk mendeteksi arah market. Jadi targetnya adalah kemampuan untuk menebak masa depan. Banyak hal yang dilakukan, memakai fundamental analis, teknikal analis, analis aneh-aneh. Tapi tetap tidak bisa. Tandanya adalah ketika market dalam situasi bearish kita menjadi condong ke angka di kiri 0, dan ketika market bullish, kita condong ke kanan 0. Situasi emosi negatif ketika menghadapi yang tidak kita sukai, dan emosi positif ketika menghadapi yang kita sukai, adalah bukti kita tidak pernah bisa memastikan apa yang terjadi di depan.

Di buku One Up on Wall Street, Peter Lynch menyatakan, ada 60.000 analis ekonomi di Amerika Serikat yang tugasnya memantau pergerakan ekonomi. Jika saja ada ekonom yang bisa 2x berturut-turut menebak masa depan, maka orangnya sudah pensiun dini menikmati hari di kepulauan Karibia.

Mengapa ini bisa terjadi? Hal utama disebabkan kesalah pandangan kita akan bagaimana dunia ini berjalan (ignorant). Kita selalu menganggap dunia ini abadi, kekal, padahal semuanya akan berubah terus menerus. Kita bisa saja secara teori mengiyakan pendapat ini, tapi cara kita bereaksi terhadap masalah akan membuktikan sebaliknya. Atau kita bisa bilang, "ya, ya, semuanya akan berubah, kecuali yang berhubungan denganku." Hal-hal kecil yang terjadi di dunia kita membuktikan hal ini. Ada yang menolak ketika cara penjualan baru diciptakan, misalnya penjualan on-line. Bagaimana reaksi yang masih melakukan perdagangan off-line?

Ini baru satu contoh. Banyak hal lain yang bisa terjadi. Harga minyak naik, harga minyak turun, kebijaksanaan pemerinah A, kebijaksanaan B, inflasi naik, inflasi turun, BI Rate naik, BI turun, Dow Jones naik, Dow Jones turun, semua hal yag terjadi di luar, suka atau tidak, pasti akan terjadi tanpa kontrol kita. Selalu akan ada 3 pihak, yang setuju, yang tidak setuju, dan yang tidak peduli.

Kita memang tidak akan pernah bisa tahu segalanya. Terlalu banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Kalau benar ada, ribuan tahun yang lalu sudah dilakukan. Plato, Socrates, dan para ahli di jaman masing-masing, pasti sudah menemukan caranya. Tapi tetap saja sampai sekarang, emosi manusia selalu bergerak tidak menentu.

Daripada sibuk mencari jawaban di luar, ibarat kita berusaha dunia itu muat di kita, mengapa tidak mencoba meningkatkan kapasitas diri kita, sehingga apapun yang datang, kita sanggup menghadapinya. Ekonomi bagus, kita tahu mau ngapain, ekonomi buruk, kita juga tahu mau ngapain. Bukankah ini akan menjadikan hidup lebih gampang? Dan kalau hidup sudah lebih gampang, kita akan punya lebih banyak waktu, dan sumber daya, untuk meningkatkan diri lagi. Yang gunanya? Untuk membuat hidup lebih berkualitas.

Memang tidak akan gampang, kalau gampang, semua orang sudah berhasil. Karena itu, piramida keberhasilan selalu kecil di atas, besar di bawah. Yang jadi bos selalu 1, karyawan selalu banyak. Ini sudah hukum alam, kita tidak perlu ngotot berusaha membalikkannya, cukup berada di tempat yang kita inginkan saja. Mau di atas, atau di bawah?

Ada banyak cara untuk meningkatkan kapastias, antara lain :

1. Membaca buku orang yang berhasil. Karena dengan membaca, kita mengeluarkan biaya dan waktu yang sedikit untuk mempelajari pengalaman orang lain

2. Ikut seminar. Ini lebih baik lagi. Karena kita berinteraksi dengan orang yang sudah melalui jalannya

3. Bergaul dengan orang yang tepat.

4. Silakan teruskan sendiri.

Intinya, semua aktifitas yang meningkatkan kapasitas diri, adalah baik untuk dilakukan. Dan untuk berhasil, dibutuhkan waktu.

Jika ignorant sudah hilang, maka fear dan greed juga akan hilang, sisanya? Kemampuan melihat apapun yang datang ke hidup kita. Dengan begitu, bukankah keputusan berinvestasi akan menjadi lebih baik?

Serigala itu selalu ada kapan saja dan di mana saja, dalam bentuk apapun, yang tidak bisa kita cegah. Yang bisa kita lakukan adalah mengatur emosi kita, apakah harus menghadapi, lari, atau menyerah melawan serigala itu.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

2732569
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1877
2142
6013
16281
41348
57125
2732569

Your IP: 3.234.208.66
Server Time: 2020-02-19 20:02:24
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine