Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa PsikologisMenonton FIlm Horor

Menonton FIlm Horor

 

Menonton FIlm Horor

Film horor bagi sebagian orang sepertinya menakutkan. Ada adegan tertentu yang membuat kita terkaget-kaget setelah beberapa waktu dalam kondisi tegang. Dan yang menonton biasanya sudah tahu bakal menghadapi kondisi seperti ini. Bahkan mungkin ada beberapa orang yang suka film horor. Setiap film horor akan ditunggu. Kemudian ada sebagian lagi yang kadang menonton. Ada lagi yang benar-benar tidak tahu film apa, sehingga nyasar masuk.

Biasanya yang tidak ada persiapan, alias tidak tahu film yang ditonton, apalagi yang tidak suka film horor, salah masuk, mungkin akan bereaksi lebih keras dibanding penonton lainnya. Apalagi yang menonton film ini karena murni rekomendasi orang. Orang yang rekomendasi mungkin tahan secara mental, tapi jika yang nonton tidak tahu apapun, mungkin akan mengalami kepanikan di dalam bioskop.

Kami pribadi tidak suka film horor, karena prinsipnya menonton film adalah untuk senang-senang, jadi fokus film akan berbeda. Mungkin saja ada yang senang karena merasa sensasi film horor, tapi itu bukanlah kami, dan karena kami tahu batasan kami, maka kami tidak akan memaksa diri menontonnya.

Demikian juga ketika kita memilih berinvestasi. Kita menentukan tujuan, kemudian jenis saham yang kita beli, bagaimana gaya bertransaksi kita. Semuanya adalah dengan kesadaran sendiri. Dan ketika memulai, setidaknya kita sudah membaca beberapa bahan bagaimana cara kerja bursa. Bahan bacaan juga harus yang jelas dan benar. Alias dari yang sudah berhasil menjalankan.

Salah satu sifat pasar saham yang paling sering kita hadapi adalah fluktuasi harga. Ini dikarenakan setiap hari ada banyak informasi yang diserap ribuan dan mungkin jutaan orang berbeda. Setiap orang punya tujuan berinvestasi, gaya investasi, dan latar belakang yang berbeda. Karena perbedaan ini, maka akan muncul tindakan yang berbeda, yaitu beli, jual, dan tidak melakukan apa-apa.

Ketika lebih banyak yang membeli, maka permintaan naik, dan ini akan mendorong harga saham naik, demikian juga ketika menjual, akan mendorong penawaran naik, dan ini akan membuat harga saham turun. Sudah hukumnya begitu. Jadi fluktuasi harga saham adalah kejadian normal yang akan kita hadapi setiap hari. Mungkin ada hari yang tenang, dan ada juga hari yang bergejolak. Sama seperti menonton film horor. Ada momen kaget sedikit, ada momen orang di bioskop menjerit ketakutan, ini kondisi yang harus diterima karena menonton film horor. Maka naik turunnya harga saham juga harus kita terima sebagai akibat dari berinvestasi.

Setelah sadar akan kondisi yang pasti terjadi, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita memanfaatkan situasi ini. Jangan terbalik, situasi yang mengendalikan kita. Cara pandang yang benar adalah ketika bursa saham turun dan harga tertekan, maka kita harus melihat ini adalah peluang untuk membeli di harga diskon. Karena kita yakin ke depan bursa saham akan membaik. Dan ketika bursa saham naik dan mendorong harga ke atas, kita melihat ini adalah peluang untuk menjual di harga tinggi. Cara pandang ini bukan sesuatu yang ajaib.

Ini sudah dijelaskan oleh Benjamin Graham dan dilakukan semua investor besar di dunia. Jika orang yang berhasil melakukannya, mengapa kita harus mengambil sikap yang berlawanan, ketika turun jual, ketika naik beli. Jika orang sukses belok kiri dan kita malah belok kanan, sepertinya kita sedang memastikan situasi untuk menjadi investor yang gagal. Dan ilmu ini juga dipraktekkan semua pedagang sejak jaman dahulu ketika berdagang mulai muncul di dunia. Tidak mungkin ada pedagang sukses yang terus-menerus menjual rugi barang dagangannya.

Kalau sudah tahu bahwa kita harus membeli ketika murah dan menjual ketika mahal, maka pertanyaan paling penting adalah bagaimana kita tahu itu murah dan mahal. Untuk itulah kita perlu belajar value investing. Banyak sumber untuk itu. Tapi dari pengalaman kami, kita hanya bisa berhasil jika melakukan mentoring. Alias mencari orang yang bisa membimbing kita terus-menerus. Sayangnya, kita tidak mungkin mengetuk pintu investor-investor besar dan minta mereka mengajar begitu saja.

Karena itulah kita harus mengembangkan lingkungan kita sendiri. Orang-orang yang berkomitmen bersama-sama mau maju dengan tujuan yang sama. Ibaratnya kalau mau nonton film horor, kita akan mencari teman-teman yang punya hobi yang sama. Jangan sampai tiap kali habis nonton, ada saja yang meninggalkan kita karena tidak kuat mental. Demikian juga di saham.

Dan seperti film horor, kita tahu pada akhirnya semua akan berakhir. Di saham juga, penurunan apapun, selalu akan ada akhirnya. Karena ketika ada masalah, orang-orang di dalamnya akan berusaha memperbaiki, dan investor yang benar akan membeli perusahaan seperti ini. Dan di akhir karir investasi kita, apa hasil yang ingin kita ceritakan? Pilihan selalu di tangan kita, bukan di pasar saham, atau presiden Amerika, China atau Indonesia.

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

2527908
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1595
1931
6816
14665
27349
68452
2527908

Your IP: 3.233.226.151
Server Time: 2019-11-13 19:37:40
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine