Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa TeknikSignal Buy Sell

Signal Buy Sell

 

Signal Buy Sell

Dalam berinvestasi, biasanya kita menunggu ada perintah beli atau jual. Apakah dari signal buy sell yang muncul dari komputer, atau dari rekomendasi orang. Intinya kita berharap ada yang bisa memberikan jawaban pada kita, besok harus melakukan apa.

Bagi kami, metode ini agak riskan. Karena apakah informasi ini baru? Atau sudah diketahui berapa banyak orang. Plus bagaimana signal ini dihasilkan? Signal adalah sebuah informasi. Dan sama seperti informasi lain, butuh analisa lebih lanjut.

Idealnya signal menjadi tanda awal bagi kita untuk menganalisa sendiri. Ini termasuk misalnya ada analisa dari orang lain. Analisa apapun adalah bentuk opini. Dan namanya opini, selalu ada 2 sisi. Yang setuju akan mengikuti, yang tidak setuju akan mengambil tindakan berlawanan. Dan hanya waktu yang akan menjawabnya. Bahkan di satu waktu, sisi A benar, bisa saja di lain waktu, sisi B yang benar. Sisi mana yang akan kita ikuti? Apakah kita pernah mendengar kedua sisi kemudian mengambil keputsan? Atau selama ini kita selalu hanya mendengar dari 1 sisi saja.

Tugas kita bukanlah untuk mencari mana yang benar dan salah, tapi untuk memastikan ketika kita membeli, sahamnya salah harga dan dinilai terlalu rendah oleh pasar, dan ketika kita menjual, kita dalam kondisi benar dalam menilai sahamnya.

Ini seperti komentar Warren Buffett, apakah bursa itu tuan yang menyuruh kita melakukan ini itu, atau pelayan yang memberikan kita informasi. Harga turun kita menjadi takut dan menjual, harga naik kita menjadi serakah dan membeli. Membeli di harga tinggi dan menjual di harga rendah adalah resep jitu untuk rugi. Kita mengikuti kemauan pasar.

Ketika kita melihat harga saham turun, asing jualan, kita mengikuti tanpa menganalisa lebih lanjut lagi. Demikian juga sebaliknya, ketika asing beli, dan harga naik, kita otomatis langsung mengikuti. Bahkan kita tidak kenal siapa yang disebut asing itu? Apa metode yang mereka pakai? Jika asing sehebat itu, siapa penyebab semua bencana finansial selama ini?

Dan ini juga bukan berarti kalau keluar signal, kita mengambil tindakan yang berlawanan dengan signal itu. Ini sama saja seperti kebiasaan sebelumnya. Yang harus kita lakukan adalah menganalisa. 4 faktor yang harus dianalisa : apakah bisnis ke depan menarik, apakah perusahaan punya kekuatan finansial, apakah manajemen bisa dipercaya, dan apakah harga sahamnya menarik.

Hanya setelah analisa dilakukan, barulah tindakan diambil. Dan menunda mengambil keputusan kadang malah memberikan kita informasi tambahan. Ini sejalan dengan eksperimen marshmallow. Di mana anak-anak diuji coba dengan diberi permen, dan jika mereka berhasil tidak memakannya selama 15 menit, maka mereka mendapat hadiah 1 lagi. Ini baru saja tadi kami alami.

Ketika besok mau presentasi melalui handphone, dan handphone kami tidak bisa melakukan fungsi ini, terpikir untuk langsung membeli handphone baru yang mendukung fitur ini. Tapi dari bertanya dan mencari informasi, ternyata ada cara untuk melakukan ini. Dari yang harusnya mengeluarkan uang untuk handphone baru, sekarang menjadi gratis. Uangnya bahkan bisa digunakan untuk membeli saham lagi.

Membeli saham yang berpotensi menjadi aset produktif yang harganya naik, dibanding barang konsumtif yang harganya pasti turun, akan menjadi jalan untuk membangun kekayaan. Apapun tujuan kekayaan itu nantinya. Dan membangun aset, ini membutuhkan cara berpikir yang berbeda dengan biasanya.

Selama ini kita selalu berpikir bahwa untuk menghasilkan uang, dibutuhkan kerja keras. Semakin besar usaha kita, semakin besar yang kita dapatkan. Dalam buku Cashflow Quadrant, membangun aset itu ada di sisi kanan, sedangkan bekerja ada di sisi kiri. Membangun kekayaan di sisi kanan adalah menggunakan daya ungkit. Dalam hal ini adalah berinvestasi di perusahaan terbaik.

Jadi selama masih ada tenaga dan waktu, kita di sisi kiri bekerja menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk membeli aset di sisi kanan, dengan begitu, kita akan pelan-pelan berpindah sisi. Pilihannya kita bisa saja tetap di sisi kiri, tapi pada akhirnya kita akan kalah bersaing dari yang lebih muda, lebih pintar, ataupun lebih punya modal usaha. Coba lihat berapa banyak usaha kecil yang dibangun akhirnya tutup dalam 5 tahun. Ini alasan kita membeli saham dari perusahaan terbaik. Mereka punya sumber daya untuk menyelesaikan masalah yang datang.

Merubah kebiasaan memang tidak gampang. Apalagi kebiasaan yang sudah dibangun bertahun-tahun. Bahkan kebiasaan bisa saja dianggap telah menjadi sosok kita. Karena itulah, sebelum terlalu lama kita menjalankannya, lihatlah ujungnya terlebih dahulu. Apakah tujuan kita bisa dicapai dengan melakukan kebiasaan yang sekarang. Jika tidak, bukankah merubah arah adalah lebih baik. Kalau ya, silakan dilanjutkan.

 

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1447485
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1606
1375
12805
12900
31894
50368
1447485

Your IP: 54.159.30.26
Server Time: 2018-02-19 23:56:23
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine