Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
You are here: HomeAnalisa TeknikAntisipasi

Antisipasi

 

Antisipasi
 
Dua bulan lagi film Avenger terbaru akan tayang di bioskop. Dan pihak studio Avenger melakukan perubahan jadwal dengan menyamakan semua waktu tayang di seluruh dunia. Biasanya ada beberapa perbedaan jadwal. Tujuan dari ini adalah supaya memungkinkan untuk mengejar rekor pendapatan dunia untuk minggu pertama tayang yang dipegang Fate and Furious.
 
Mengejar rekor adalah publikasi bagus untuk pendapatan. Media membahas dan ini seharusnya akan berefek baik untuk film. Apalagi kalau filmnya juga bermutu. 
 
Karena pergantian ini, maka film Rampage dari Dwayne Johnson oleh pihak studio juga dimajukan supaya mendapat nafas. Daripada bersaing langsung dengan Avenger dan mendapat hasil buruk, lebih baik hari tayang dimajukan supaya pendapatan tidak anjlok.
 
Ini adalah contoh bagaimana manusia tidak akan duduk diam menunggu hasil buruk menimpanya. Kecuali namanya kecelakaan, siapa yang bisa menduga.
 
Sama juga di perusahaan. Ketika penjualan turun, ada masalah di proyek, ada kasus, ekonomi melemah, semua masalah yang terjadi, perusahaan akan berusaha menyelesaikannya. Tidak ada perusahaan yang akan duduk diam menunggu situasi memburuk kemudian menutup perusahaannya. Kecuali memang niat dari awal ingin menipu.
 
Bagi kami sebagai investor, sikap manajemen yang tidak menyerah seharusnya menjadi Tanda bahwa ke depan mungkin akan ada perbaikan. Apakah pasti membaik? Belum tentu. Tapi bukankah itu gunanya mencoba. Dan karyawan yang dibayar tentu haruslah mencoba.
 
Kalau kita sebagai pemilik perusahaan, mendengar bahwa karyawan sudah pasrah, bagaimana reaksi kita? Apakah kita harus mencegah, atau membiarkan mereka menyelesaikan masalah. Atau malah kita menjadi tidak sabar kemudian melepas perusahaan ini?
 
Tidak ada paksaan dalam melepas sebuah perusahaan, tapi selalu ingat. Ketika kita menjual sebuah produk yang bermasalah, otomatis harga jual tidak akan bisa tinggi. Siapa yang mau membayar? Orang hanya mau membayar tinggi kalau perusahaan dalam kondisi terbaik.
 
Kecuali jika kita benar-benar sudah melakukan analisa mendalam, bahwa memang tidak ada perbaikan yang bisa dilakukan, barulah kita melepas. Dan kerusakannya adalah dari dalam, yang paling utama adalah dari sisi manusianya.
 
Selama manusia mau berusaha, jalan keluar selalu ada. Kita bisa melihat bagaimana Buffett mempertahankan perusahaan ketika ada pergantian presiden, atau presiden Amerika dimakzulkan, atau ekonomi memburuk, atau perang terjadi, bahkan peristiwa 11/9 tidak membuatnya menjual. Bahkan ketika adanya boikot pelanggan terhadap maskapai penerbangan yang dimilikinya, dia tidak melepas. 
 
Dia hanya menjual ketika prospek ke depan sudah jelek, seperti di IBM yang terlalu banyak persaingan, atau di Walmart yang model bisnisnya sudah ketinggalan jaman. Dan ketika manajemen melakukan kecurangan.
 
Dan namanya perbaikan, jelas butuh waktu. Waktu yang akan menjadi teman investor yang sabar, dan menjadi musuh bagi yang tidak sabar.
 
Apa yang akan menjadi masa depan bagi investor yang kerjanya menjual perusahaan jelek? Sama pertanyaannya apa yang akan menjadi masa depan bagi penjual yang menjual produk jelek?
 
Hanya waktu yang bisa menjawabnya. 

Download HOTS

HOTS Manual

Video Tutorial HOTS

Lowongan Kerja

1626916
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1076
3661
4737
8408
27111
45898
1626916

Your IP: 54.224.255.17
Server Time: 2018-06-19 19:56:35
Disclamer. Segala keputusan jual beli adalah tanggung jawab masing-masing pihak.
Joomla templates by Joomlashine